MBG Berujung Bauk Busuk! SPPG Tanggumong 004 Membisu, Warga Siap Seret ke BGN
MACANASIA.NET|SAMPANG — Dugaan penyaluran makanan tidak layak konsumsi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kategori B3 oleh SPPG Tanggumong #004 Yayasan Haqqul Yakin pada Kamis (16/04) memicu gelombang protes warga. Sejumlah penerima manfaat melaporkan makanan berbau tidak sedap, sementara pihak pengelola memilih diam tanpa klarifikasi, Minggu (19/4/2026).
Keluhan muncul dari berbagai penerima manfaat yang mengaku menerima paket makanan dalam kondisi mencurigakan. Aroma tidak sedap disebut tercium terutama dari menu berkuah seperti rawon yang didistribusikan pada sore hari.
Hingga Sabtu (18/04), Kepala SPPG Tanggumong #004, Kecamatan Sampang, Dinda Ayu Alfiyanti Putri, belum memberikan tanggapan atas konfirmasi wartawan. Upaya komunikasi melalui pesan WhatsApp maupun panggilan telepon tidak direspons.
Redaksi sebelumnya telah meminta penjelasan terkait standar pengolahan dan penyimpanan makanan, termasuk prosedur distribusi yang dilakukan pada pukul 15.00 hingga 15.30 WIB. Namun, tidak ada jawaban yang diberikan hingga berita ini diterbitkan.
Sikap bungkam tersebut justru memperkeruh situasi. Publik mulai mempertanyakan transparansi serta tanggung jawab pengelola dalam menjamin kualitas makanan yang disalurkan kepada masyarakat.
Di lapangan, keluhan terus berdatangan. Warga menyebut masalah ini bukan kasus tunggal, melainkan dirasakan oleh banyak penerima manfaat.
“Bukan satu orang, banyak yang mengeluhkan. Baunya sudah tidak enak,” ujar salah satu warga.
Kekecewaan warga pun semakin memuncak. Beberapa penerima manfaat menyatakan siap membawa persoalan ini ke tingkat yang lebih tinggi apabila tidak ada penjelasan resmi dari pihak terkait.
“Kami akan laporkan ke BGN kalau tidak ada penjelasan,” kata warga lainnya.
Situasi ini menguatkan dugaan adanya celah serius dalam pengelolaan dan pengawasan mutu program MBG kategori B3 di wilayah tersebut. Program yang seharusnya menjamin asupan gizi masyarakat kini justru dipertanyakan integritas pelaksanaannya.
Jika tidak segera ditangani, kasus ini berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap program bantuan pangan yang menyasar kelompok rentan.
Sorotan kini tertuju pada pengelola SPPG Tanggumong #004 dan pihak terkait untuk segera memberikan klarifikasi serta melakukan evaluasi menyeluruh guna memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang. (Red)
