Gema Sholawat Menggema di Patarongan, Milad ke-4 Jadi Momentum Pererat Silaturahmi
MACANASIA.NET|SAMPANG — Desa Patarongan, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, kembali dipenuhi suasana religius. Milad ke-4 Patarongan Bersholawat menjadi momentum istimewa bagi masyarakat untuk berkumpul, bersholawat dan mempererat tali silaturahmi dalam satu suasana penuh kekhidmatan.
Memasuki tahun keempat, Patarongan Bersholawat tidak hanya menjadi agenda tahunan. Kegiatan ini telah menjadi ruang kebersamaan masyarakat untuk menumbuhkan kecintaan terhadap sholawat sekaligus memperkuat hubungan sosial antarwarga.
Salah satu warga yang hadir, Huzairi, mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengikuti langsung momentum tersebut. Menurutnya, kegiatan Patarongan Bersholawat memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar sebuah acara peringatan milad.
“Yang paling kami rasakan adalah kebersamaannya. Warga bisa berkumpul dalam suasana yang sejuk, bersholawat bersama dan mendengarkan tausiyah. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus istiqamah dan semakin besar manfaatnya untuk masyarakat,” ujar Huzairi.
Ia menilai keberlangsungan Patarongan Bersholawat hingga memasuki tahun keempat menunjukkan adanya semangat masyarakat untuk menjaga kegiatan keagamaan sekaligus merawat tradisi silaturahmi. Menurutnya, kekompakan warga menjadi salah satu kekuatan penting dalam setiap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Kemudian sejak selepas Magrib, rangkaian acara dimulai dengan pembukaan bittawasshul. Suasana semakin khidmat ketika Jamiyyah Almukhlisin melantunkan gema sholawat yang mengantarkan jamaah memasuki rangkaian acara utama.
Memasuki acara inti, pembukaan dipimpin Habib Muhammad. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan penampilan Asrofal Anam Group Sholawat Almukhlisin yang semakin menghidupkan suasana malam penuh keberkahan tersebut.
Lantunan sholawat kemudian dilanjutkan dengan Sholawat Fihubbi oleh KH Muhdhor Mudher. Jamaah mengikuti rangkaian tersebut dengan penuh perhatian, menjadikan momentum Milad ke-4 sebagai ruang untuk mendekatkan diri sekaligus memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Tidak berhenti pada lantunan sholawat, kegiatan juga diisi sambutan KH Kholisin. Pesan yang disampaikan menjadi bagian dari refleksi perjalanan Patarongan Bersholawat sekaligus harapan agar semangat kebersamaan masyarakat tetap terjaga.
Suasana semakin bermakna ketika KH Hamid Amjad menyampaikan mauidhoh hasanah. Tausiyah tersebut menjadi pengingat bagi jamaah bahwa kegiatan keagamaan bukan hanya menghadirkan suasana khidmat, tetapi juga diharapkan mampu memberikan nilai dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Kehadiran sejumlah unsur masyarakat turut memperkuat suasana kebersamaan. Camat Torjun, Sekcam Torjun, jajaran Polsek Torjun, Koramil Torjun serta para pemuda Patarongan turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran berbagai unsur ini menambah semarak acara sekaligus memperlihatkan kuatnya dukungan masyarakat terhadap kegiatan keagamaan di Desa Patarongan.
Puncak kebersamaan berlangsung setelah seluruh rangkaian acara inti selesai. KH Muhdhor Mudher memimpin doa, kemudian dilanjutkan prosesi harlah dengan meniup lilin sebagai penanda Milad ke-4 Patarongan Bersholawat. Momen tersebut menjadi simbol perjalanan empat tahun yang telah dilalui sekaligus harapan agar Patarongan Bersholawat terus tumbuh dan memberikan manfaat.
Bagi warga Patarongan, empat tahun bukan sekadar angka. Ia menjadi catatan perjalanan tentang bagaimana sholawat mampu mempertemukan masyarakat dalam satu ruang kebersamaan. Dari desa, semangat itu terus dirawat—dengan doa, silaturahmi dan harapan agar Patarongan Bersholawat tetap menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat. (Zai)
