Gebrakan Kapus Beni Irawan! Bayi Lahir di Robatal Kini Langsung Punya KK dan Akte
MACANASIA.NET|SAMPANG – UPTD Puskesmas Robatal kian menegaskan diri sebagai role model transformasi layanan kesehatan berbasis digital di Kabupaten Sampang. Melalui inovasi unggulannya, POJUR ABA IDI (Pojok UHC Berbasis Digitalisasi), Puskesmas Robatal tidak hanya menghadirkan kemudahan layanan, tetapi juga membangun sistem pelayanan publik yang terintegrasi, humanis, dan berorientasi pada masa depan, Jumat (3/4/2026).
Sejak diluncurkan pada 2024, POJUR ABA IDI telah menjadi simbol hadirnya negara di tengah masyarakat. Program ini menjawab persoalan klasik pelayanan kesehatan—mulai dari akses pembiayaan hingga kompleksitas administrasi—dengan pendekatan yang cepat, presisi, dan berbasis teknologi. Melalui skema Universal Health Coverage (UHC) Pemerintah Daerah Sampang, masyarakat kini merasakan layanan kesehatan yang inklusif tanpa hambatan.
Di bawah kepemimpinan Kepala UPTD Puskesmas Robatal, dr. Beni Irawan, inovasi ini berkembang pesat dan bertransformasi menjadi ekosistem pelayanan lintas sektor yang solid. Sosok dr. Beni dinilai mampu menghadirkan terobosan yang tidak hanya solutif, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan mendasar masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan pelayanan yang bukan hanya cepat, tetapi juga memberikan rasa aman dan kepastian bagi masyarakat sejak awal kehidupan. Inovasi ini adalah bentuk komitmen kami untuk selalu hadir dan memberi solusi,” ujar dr. Beni Irawan.
Salah satu kekuatan utama POJUR ABA IDI terletak pada perlindungan maksimal bagi ibu hamil. Sistem ini secara otomatis memverifikasi jaminan kesehatan sejak masa kehamilan, sehingga proses persalinan dapat berlangsung dengan aman, terencana, dan tanpa hambatan administratif. Langkah ini dinilai sebagai bentuk nyata keberpihakan pelayanan terhadap kelompok rentan.
Tidak hanya itu, keunggulan lain tampak pada sistem validasi data real-time yang memungkinkan pembaruan data kepesertaan dilakukan secara akurat dan berkelanjutan. Hal ini memastikan setiap kebijakan dan anggaran kesehatan benar-benar tepat sasaran, sekaligus meningkatkan efisiensi tata kelola pelayanan publik.
Memasuki tahun 2026, Puskesmas Robatal kembali menghadirkan lompatan inovatif melalui kolaborasi strategis bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sampang. Inovasi bertajuk “Balada Cinta” menjadi bukti nyata sinergi antar instansi, di mana setiap bayi yang lahir langsung mendapatkan dokumen kependudukan berupa Kartu Keluarga (KK) dan Akta Kelahiran secara cepat dan tanpa biaya.
Menurut dr. Beni Irawan, inovasi ini merupakan wujud pelayanan paripurna yang mengintegrasikan aspek kesehatan dan legalitas identitas dalam satu sistem yang utuh.
“Inilah bentuk pelayanan yang kami impikan—ketika seorang anak lahir, negara langsung hadir memberikan perlindungan, baik dari sisi kesehatan maupun administrasi kependudukan. Semua dilakukan cepat, mudah, dan tanpa beban bagi masyarakat,” tegasnya.
Dukungan penuh juga datang dari Dinas Dukcapil Kabupaten Sampang. Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data (PIAK & PD), Rahmawati Agustianingsih, menilai inovasi ini sebagai terobosan luar biasa yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik secara signifikan.
“Ini adalah inovasi yang sangat progresif dan inspiratif. Kolaborasi seperti ini menjadi contoh nyata bagaimana pelayanan publik dapat berjalan efektif, efisien, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkap Rahmawati.
Apresiasi serupa disampaikan oleh Media Macan Asia.net. Saat dikonfirmasi pada Kamis (3/4), Zai menyebut inovasi yang digagas dr. Beni Irawan sebagai langkah visioner yang patut diapresiasi tinggi.
“Inovasi ini bukan hanya hebat, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dari hulu ke hilir. Ini adalah bukti nyata kepemimpinan yang kuat, inovatif, dan penuh keberpihakan kepada rakyat,” ujarnya.
Dengan berbagai capaian tersebut, UPTD Puskesmas Robatal tidak sekadar menjadi fasilitas layanan kesehatan, melainkan telah bertransformasi menjadi pusat inovasi pelayanan publik yang membanggakan. Sinergi antara sektor kesehatan dan administrasi kependudukan ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi daerah lain, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pelayanan pemerintah yang semakin maju, modern, dan berkelas. (Red)
