“Diduga Pangkas Porsi, Menu MBG PAUD di SPPG Tanggumong 004 Hanya Telur, Salak, dan Roti Tawar”

Macanasia.net|SAMPANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sampang kembali menuai sorotan. Kali ini perhatian tertuju pada SPPG Tanggumong 004 di bawah naungan Yayasan Haqqul Yakin Duak Pote, setelah menu yang dibagikan kepada siswa PAUD pada hari Selasa (10/3) dinilai tidak sesuai dengan ketentuan standar gizi program tersebut. Rabu 11-3-2026.
Keluhan datang dari sejumlah wali murid yang menilai porsi makanan yang diterima anak-anak mereka terlalu minim. Berdasarkan paket makanan yang diterima siswa, menu yang dibagikan hanya terdiri dari satu telur rebus, satu buah salak, dan dua lapis roti tawar.
Seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengaku terkejut ketika melihat menu yang dibawa pulang anaknya dari sekolah. Ia menilai menu tersebut jauh dari harapan masyarakat terhadap program MBG yang seharusnya memberikan asupan gizi yang cukup bagi anak.
“Kami sebagai orang tua tentu berharap program makan bergizi ini benar-benar bermanfaat untuk anak-anak. Tapi kenyataannya hanya satu telur rebus, satu salak, dan dua lapis roti tawar. Rasanya sangat minim untuk disebut makan bergizi,” ujarnya.
Ia juga berharap ada evaluasi dari pihak terkait agar kualitas dan porsi makanan yang diberikan kepada siswa, khususnya anak usia dini, dapat diperbaiki.
Sorotan juga datang dari kalangan aktivis di Kabupaten Sampang. Mereka mempertanyakan transparansi pengelolaan program MBG di SPPG tersebut serta kesesuaian menu dengan anggaran yang dialokasikan pemerintah.
Salah satu aktivis Sampang menilai kondisi ini perlu segera mendapat perhatian serius dari pihak pengawas program.
“Program MBG ini menggunakan anggaran negara dengan tujuan memperbaiki gizi anak. Kalau menu yang diterima siswa hanya satu telur rebus, satu salak, dan dua roti tawar, tentu publik berhak mempertanyakan. Kami menduga ada pemangkasan porsi yang perlu ditelusuri,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, seharusnya pihak penyelenggara mencantumkan label harga serta kandungan gizi pada setiap paket makanan agar masyarakat mengetahui standar menu yang diberikan kepada siswa.
“Seharusnya SPPG tersebut mencantumkan label harga serta kandungan gizi. Kami juga mendesak agar SPPG Tanggumong 004 segera dievaluasi, karena persoalan ini bukan pertama kali terjadi, melainkan sudah beberapa kali disorot oleh aktivis,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, tim redaksi media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak SPPG Tanggumong 004. Namun hingga saat ini, pihak terkait belum memberikan tanggapan resmi. (Zai)