"Prof. Sutan Nasomal: Presiden RI Harus Sadar, Hak Hidup dan Mati Sedang Dijadikan Judi Elit Global"
Macanasia.net | JAKARTA – Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., pemerhati masyarakat dunia, menyatakan situasi internasional sebulan belakangan sangat memprihatinkan. Perang memperebutkan seluruh sumber daya alam dunia kini dijadikan rebutan kepentingan politik elit internasional.
Menurutnya, Amerika Serikat dan Israel khawatir persatuan negara BRICS menjadi tandingan kuat melawan kekuatan Amerika dan sekutu Barat. China dinilai sudah sangat kuat di bidang teknologi dan melampaui Amerika. Kondisi ini menciptakan suhu politik panas di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump bersama para sekutunya.
"Kehebatan China telah menjadi pemenang dalam dunia dagang. Semua barang teknologi China berhasil merebut pasar, dari barang rumah tangga sampai mobil dan handphone," ujar Prof. Sutan.
Ia menilai skenario meruntuhkan ekonomi dilakukan pihak yang ketakutan agar China bangkrut bersama sekutunya. COVID-19 dinilai dihentikan karena kurang modal pemain elit global setelah 3 tahun menjadi teror. Targetnya menakut-nakuti masyarakat dunia dan mengunci ekonomi.
Prof. Sutan menyebut BRICS berdiri sejak 2009 dengan anggota Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Ethiopia, Mesir, Iran, Uni Emirat Arab, dan Indonesia bergabung tahun 2025. BRICS menjadi pesaing hebat kepentingan kapitalisme dan kekuatan Amerika.
Kesadaran membentuk BRICS muncul akibat hancurnya pasar dagang di Timur Tengah yang diperebutkan. Irak dihancurkan agar minyaknya dikuasai Amerika. Iran dijadikan target karena minyaknya menopang China dan Asia Tenggara. Venezuela juga diculik pemimpinnya agar minyaknya dikuasai Amerika.
"Di balik perang yang dilaksanakan Amerika adalah berupaya menguasai SDA dunia baik minyak dan lainnya," jelasnya.
Terkait Israel Raya, Prof. Sutan menyebut itu konsep agar Timur Tengah dan Persia dikuasai Israel Raya. Tujuannya agar SDA atau minyaknya satu pintu dikuasai Amerika-Israel. Ia juga menyoroti pernyataan Menteri Pertahanan Amerika Mr. Hegseth yang menyebut Muslim Sunni dan Syiah musuh Amerika, padahal Muslim dunia tidak pernah memerangi Amerika.
Marahnya Amerika karena berdirinya BRICS memicu elit global kapitalis menyetujui perang dan memiskinkan Timur Tengah, Persia, Afrika, dan Asia. Tujuannya agar SDA dikuras habis para kapitalis. Berjudi harga minyak menjadi cara elit global yang gelap mata.
Rusia yang pernah bernama Uni Soviet dipecah belah tekanan kapitalisme Amerika. Untuk mengamankan wilayah Timur, Rusia memelopori BRICS agar perdagangan energi dunia berimbang dan harga minyak lebih murah.
Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., menghimbau Presiden RI jangan terlibat permainan judi elit global. Lebih baik netral dan memperhatikan ekonomi serta ketahanan negara RI. Gunakan ilmu padi yang berisi.
"Agar tercipta kemakmuran maka gunakan SDA RI untuk bertahan saat ini, ketika rombongan para gajah sedang berjudi dan beradu perang dipimpin keserakahan atau ketamakan. Hal yang paling berbahaya adalah ketika rakyat sudah tidak percaya kepada pemimpinnya," ungkapnya.
Narasumber: Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H. - Pakar Hukum Internasional, Ekonom, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia, Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS
