Dari Live Ayu ke Bocornya Pemeriksaan, Kredibilitas PROPAM Sampang Dipertanyakan Publik
Macanasia.net|SAMPANG — Penanganan dugaan pelanggaran etik oleh Brigadir Ayu Wandira di Polres Sampang justru memantik kontroversi baru. Bukan hanya soal aksi siaran langsung di TikTok, tetapi juga soal perbedaan waktu kejadian versi resmi serta bocornya hasil pemeriksaan internal Propam ke media, Minggu (1/2/2026).
Sorotan publik menguat setelah muncul ketidaksinkronan antara rilis resmi kepolisian dan jejak digital yang beredar. Dalam keterangan yang dirilis ke salah satu media online, Polres Sampang menyebut siaran langsung dilakukan sekitar pukul 15.30 WIB dan terjadi di luar jam dinas. Namun data jejak waktu siaran menunjukkan live dimulai pukul 13.22 WIB dan berakhir sekitar pukul 15.24 WIB — rentang waktu yang masih berada dalam jam kerja aktif.
Perbedaan ini dinilai bukan sekadar selisih menit, melainkan berpotensi menggeser konteks pelanggaran. Jika benar dilakukan dalam jam dinas, maka bobot pelanggaran etik menjadi berbeda. Di titik inilah publik menilai ada narasi yang dibangun seolah kejadian terjadi di luar jam kerja, padahal data digital menunjukkan sebaliknya.
Belum reda polemik waktu, muncul persoalan lain yang tak kalah serius: beredarnya hasil pemeriksaan Brigadir Ayu oleh Propam Polres Sampang ke media. Dokumen yang seharusnya masuk ranah internal justru beredar luas.
Humas Polres Sampang menyatakan penyampaian hasil pemeriksaan itu dimaksudkan sebagai bentuk keseriusan pimpinan dalam menegakkan disiplin. Namun penjelasan tersebut justru memicu pertanyaan lanjutan. Selama ini, tidak sedikit kasus pelanggaran anggota Polri yang hasil pemeriksaan Propam-nya tidak pernah dibuka ke publik, bahkan sanksinya pun kerap tidak jelas.
Praktik “terbuka selektif” ini dinilai janggal. Ketika satu kasus disorot dan dipublikasikan, sementara kasus lain tertutup rapat, publik melihat adanya standar ganda dalam transparansi penegakan etik di tubuh kepolisian.
Kini, sorotan bukan hanya tertuju pada Brigadir Ayu Wandira, tetapi juga pada Propam Polres Sampang sendiri. Publik mempertanyakan konsistensi, akurasi informasi resmi, serta mekanisme internal yang memungkinkan dokumen pemeriksaan bisa bocor.
Masyarakat menunggu klarifikasi lanjutan: mana waktu yang benar, bagaimana mekanisme penyebaran hasil pemeriksaan, dan sanksi apa yang benar-benar dijatuhkan. Di tengah tuntutan profesionalisme Polri, kasus ini menjadi ujian serius bagi wajah penegakan disiplin internal di Polres Sampang. (Zai)
