"Prof. Dr. Sutan Nasomal Ingatkan Presiden Prabowo Bercermin dari Perang Dunia: Siapkan Peralatan Warning, Jaga Keselamatan NKRI"

"Prof. Dr. Sutan Nasomal Ingatkan Presiden Prabowo Bercermin dari Perang Dunia: Siapkan Peralatan Warning, Jaga Keselamatan NKRI"

Minggu, 31 Mei 2026, Mei 31, 2026

 "Prof. Dr. Sutan Nasomal Ingatkan Presiden Prabowo Bercermin dari Perang Dunia: Siapkan Peralatan Warning, Jaga Keselamatan NKRI"



Macanasia.net | Jakarta – Pakar Hukum Pidana Internasional Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H. mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar bercermin dari eskalasi konflik global saat ini. Ia meminta pemerintah mempersiapkan peralatan peringatan dini atau _warning system_ demi menjaga keselamatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pernyataan itu disampaikan menjawab pertanyaan para pemimpin redaksi media cetak online di Markas Pusat Partai Koalisi Rakyat Indonesia, Cijantung, Jakarta, Sabtu 31/5/2026 via telepon seluler.



“Timur Tengah. Negara NKRI harus bersiap siaga menjaga segala kemungkinan buruk terjadi di Indonesia di balik peristiwa perang selama sebulan belakangan ini yang terjadi di luar negeri antara Israel dan pihak lainnya. Sebaiknya pemerintah Indonesia sedia payung sebelum hujan ketimbang kebasahan,” ujar Prof. Sutan mengutip peribahasa.


Menurutnya, situasi perang membawa keputusan bersama dalam waktu dekat untuk menggerakkan perang besar yang berpotensi melibatkan 50 negara besar atau lebih. Ia menyebut Korea Utara, Rusia, dan China akan memilih perang besar dibuka karena kejahatan perang yang menciptakan krisis hebat, serta menilai kejahatan perang Israel sudah tidak bisa dibiarkan.


Prof. Sutan menilai detik-detik arah perang besar akan terjadi ketika Amerika sepakat dengan Israel menciptakan “Israel Raya” yang berpotensi merusak negara-negara di Timur Tengah yang mau diambil paksa. Hal ini, katanya, akan melahirkan kehancuran di seluruh negara di dunia.


Ia juga menyoroti apa yang disebutnya “salah kaprah Israel” yang memaksakan diri menjajah semua negara di Timur Tengah. “Semua peraturan di Dewan Keamanan PBB telah ditinggalkan dan tak berlaku untuk Israel,” katanya.


Kejahatan perang yang selama ini dilakukan Israel dan sekutunya, menurut Prof. Sutan, kini meruncing mengarah pada kemarahan banyak negara yang masih mengutamakan kemanusiaan. Ia menyayangkan situasi dunia semakin mendekat pada kondisi terpecah dua dengan akhir terlibat perang.


Krisis energi dan krisis lainnya sudah terdampak saat ini dan memberatkan masyarakat dunia. “Harga-harga semua jenis makanan dan barang apa pun berubah menjadi sangat mahal. Kesulitan luar biasa dirasakan oleh lapisan masyarakat mana pun dan dari menengah ke bawah terpuruk,” jelasnya.


Prof. Sutan menilai perang terbuka secara meluas tidak bisa dicegah. “Kesadaran mempertahankan kehidupan yang aman hampir sirna. Bila semua gudang senjata pemusnah manusia telah berbicara maka tidak ada satu pun yang bisa bernafas lagi,” ujarnya.


Ia menambahkan, Israel dan Amerika menantang semua negara yang tidak mendukung “Israel Raya” untuk perang terbuka. Ancaman tersebut, menurutnya, resmi diucapkan Amerika. Karena itu menjadi catatan khusus bahwa perang ini akan meluas ke mana-mana.


Prof. Sutan menyebut saat ini semua pakar perang di dunia sudah menghitung berapa lama lagi persediaan amunisi atau peralatan perang Israel dan Amerika. Ia juga menyebut ambisi Israel dan Amerika yang ingin cepat menghancurkan Iran dengan seluruh kekuatan militer Amerika sudah tercium.


Ia melihat zona pembantaian hebat akan terjadi di Timur Tengah karena arah perang saat ini bisa melibatkan Kuwait, Oman, Bahrain, Mesir, Irak, Turki, Saudi Arabia. “Iran sedang menunggu ibadah haji selesai dan kontak langsung saling serang bisa terjadi,” katanya.


Konflik perang, menurutnya, akan bergeser menuju Lautan Pasifik dan memaksa China dan Korea Utara turun besar-besaran menjaga negaranya serta melumpuhkan Amerika dengan kontak militer langsung. Australia dan Eropa, katanya, bisa hadir juga. “Tidak ada lagi sejengkal pun tempat yang aman bila semua pemimpin di dunia ini tidak bisa melumpuhkan Amerika dan Israel,” ujarnya.


Prof. Sutan menyebut “Israel Raya” telah menjadi proyek rahasia selama 50 tahun ini guna merampas semua kekayaan di Timur Tengah. “Maka saat ini waktunya rencana tersebut dipaksakan. Yang lebih menyeramkan, semua negara yang bekerja sama dengan Amerika dipastikan akan terlibat perang,” tegasnya.


Di akhir pernyataannya, Prof. Sutan Nasomal, S.H., M.H. menghimbau Presiden RI agar tidak masuk dalam jebakan perang ini.


Narasumber:  

Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H. – Pakar Hukum Pidana Internasional, Ekonomi Nasional, Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia "Assotion Of Young Indonesian Advocates", Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS.

TerPopuler