Macanasia.net | Labura – Peringatan satu abad Nahdlatul Ulama (NU) menjadi momentum bersejarah bagi warga Nahdliyin di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura). Dalam suasana khidmat dan penuh semarak, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Labura masa khidmat 2025–2030 resmi dilantik pada Sabtu, 14 Februari 2026 (bertepatan dengan 26 Sya'ban 1447 H), di Aula Ahmad Dewi Syukur, Aekkanopan.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah Labura, peringatan Hari Lahir (Harlah) NU digelar secara besar dan meriah. Momentum ini sekaligus menandai babak baru kepemimpinan NU Labura di bawah komando H. Ahmad Buhori.
Berdasarkan Surat Keputusan Nomor: 40/PC.01 A.II.01.03/0218/02/2026, kepengurusan PCNU Labura resmi diamanahkan kepada:
Rais Syuriah : KH. Samsudin Hasibuan
Katib : H. Imran Basyri Rambe
Ketua Tanfidziyah : H. Ahmad Buhori
Sekretaris : Muhibbun, S.HI., MH.,
Diawali Lagu Kebangsaan dan Semarak Shalawat
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Mars NU.
Suasana semakin syahdu dengan lantunan shalawat dari grup hadrah yang turut memeriahkan acara. Ratusan tamu undangan, kader, dan masyarakat aula memenuhi.
Para pengurus yang dilantik tampak mengenakan seragam hijau khas NU simbol khidmat dan komitmen menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah.
Acara juga dimeriahkan dengan penampilan grup shalawat serta penyerahan piala yang diberikan kepada para pemenang lomba yang digelar dalam rangkaian Harlah ke-100 NU.
Jamuan Berkah: 1.000 Kotak Makan dan 500 Kotak Kue. Sebagai wujud rasa syukur atas usia satu abad NU, panitia menyediakan sedikitnya 1.000 kotak makan siang dan 500 kotak kue bagi tamu dan kader yang hadir.
Jamuan tersebut menjadi simbol ikramul duyuf (memuliakan tamu), tradisi yang kuat dalam budaya Nahdlatul Ulama.
Dihadiri Bupati dan Unsur Forkopimda
Acara ini turut dihadiri Bupati Labuhanbatu Utara, Dr.H. Hendriyanto Sitorus S.E., M.M., Dalam kesempatan tersebut, sambutan Bupati disampaikan oleh Wakil Bupati, Dr.H. Samsul Tanjung S.T., M.H., karena Bupati berhalangan hadir secara langsung.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyatakan bahwa NU merupakan mitra strategis pemerintah daerah, terutama dalam penguatan pendidikan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Labuhanbatu Utara, Irwan Harahap S.pd.,M.pd, serta mantan Komisioner KPU Labuhanbatu Utara, Heriamsyah Simanjuntak S.HI. Kehadiran tokoh-tokoh daerah ini menjadi bukti bahwa NU tetap menjadi pilar penting dalam dinamika sosial dan pembangunan di Labura.
Dari tingkat wilayah, Wakil Ketua PWNU Sumatera Utara, Masdar Limbong, menyampaikan pesan penting tentang soliditas organisasi.
“Pengurus NU di semua tingkatan harus sejalan. Kekompakan adalah kunci utama jika organisasi ini ingin maju dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Restrukturisasi dan Pengukuhan MWCNU Kualuh Selatan
Dalam rangka memperkuat struktur organisasi hingga tingkat bawah, dilakukan pula restrukturisasi dan pengukuhan.
MWCNU Kualuh Selatan
Struktur baru tersebut menetapkan:
Syahrul Panjaitan, SH., sebagai Ketua Tanfidziyah
Syahir Rezeki Surbakti S.Pd., sebagai Sekretaris
Langkah ini merupakan bagian dari target besar Rais Syuriah PCNU Labura, KH Samsudin Hasibuan, agar struktur NU terbentuk hingga ke tingkat mengomel di seluruh wilayah Labuhanbatu Utara.
Komitmen kepemimpinan Ketua Tanfidziyah terpilih, H. Ahmad Buhori, menjadi penegasan arah baru bagi Nahdlatul Ulama Kabupaten Labuhanbatu Utara. Dalam pidatonya, ia menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas amanah yang diberikan untuk memimpin organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut di tingkat kabupaten
Dengan penuh rasa syukur, Ahmad Buhori menyatakan komitmennya untuk membawa NU Labura semakin maju, solid, dan berperan aktif dalam membangun umat serta daerah. Ia juga memohon dukungan dan bimbingan dari PW NU Sumut serta seluruh unsur nahdliyin agar amanah kepemimpinan ini dapat dijalankan secara maksimal dan penuh tanggung jawab.
Ahmad Buhori menegaskan bahwa satu abad NU bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan titik tolak untuk memperkuat konsolidasi organisasi, mempererat ukhuwah nahdliyah, serta meningkatkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan khidmat, ia optimistis NU Labura akan semakin kokoh dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dan terus hadir sebagai solusi atas berbagai permasalahan umat dan bangsa.
Ke depan, ia berkomitmen membangun NU Labura yang lebih progresif dan inklusif, namun tetap teguh memegang nilai-nilai Islam Nusantara sebagai landasan perjuangan dan pengabdian.
Dukungan penuh juga datang dari badan otonom (Banom) NU. Ketua Gerakan Pemuda Ansor Labura, Almahyruddin Syahri, S.Pd., bersama jajaran kader menyatakan kesiapan mengawal kepemimpinan baru.
Barisan Ansor dan Banser turut hadir sebagai bentuk komitmen menjaga marwah organisasi. Muslimat NU dan Fatayat NU juga menunjukkan soliditas dalam mendukung kepemimpinan PCNU Labura periode 2025–2030.
Kehadiran seluruh elemen tersebut mempertegas bahwa NU Labura memasuki periode baru dengan kekuatan kolektif yang solid dan siap bergerak.
Peringatan 100 tahun NU bukan sekedar seremoni. Sejak berdiri pada tahun 1926, NU telah menjadi bagian penting dalam menjaga keutuhan bangsa, merawat tradisi, serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan keislaman yang moderat.
Di Labuhanbatu Utara, momentum satu abad ini diharapkan menjadi titik tolak kebangkitan Nahdliyin—NU yang semakin kuat secara struktur hingga ke tingkat mengomel, luas dalam pengabdian sosial, serta manfaat nyata bagi masyarakat.
Acara diakhiri dengan doa bersama dan sesi dokumentasi sebagai tanda dimulainya masa khidmat kepengurusan yang baru. Foto bersama ini menjadi penanda semangat baru PCNU Labura dalam mewujudkan organisasi yang lebih maju, progresif, dan senantiasa berpijak pada nilai-nilai luhur Islam Nusantara."
(Liputan Kamidi)
