“Longsor Beruntun Hantam Sampang, Jalan Desa Lumpuh dan Rumah Warga Ambruk”

“Longsor Beruntun Hantam Sampang, Jalan Desa Lumpuh dan Rumah Warga Ambruk”

Jumat, 16 Januari 2026, Januari 16, 2026



Macanasia.net|Sampang – Gelombang bencana kembali menghantam Kabupaten Sampang. Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur tanpa jeda di wilayah Madura bagian selatan dan barat memicu longsor beruntun di tiga kecamatan hanya dalam kurun dua hari. Dampaknya serius: akses jalan poros desa lumpuh total dan satu unit rumah warga rusak berat, menambah daftar wilayah rawan bencana di daerah tersebut. Jum'at 16-1-2026.


Pada Rabu (14/1/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang mengonfirmasi terjadinya longsor tebing jalan di Dusun Baduwak, Desa Karang Penang Onjur, Kecamatan Karang Penang. Tebing sepanjang kurang lebih 15 meter dengan ketinggian sekitar 3 meter runtuh setelah tergerus aliran anak Sungai Kali Kamoning. Akibatnya, jalan poros desa tidak dapat dilalui, baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.


Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sampang, Fajar Arif Taufikurrahman, ST, MT, menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan dampak langsung dari akumulasi hujan ekstrem yang berlangsung selama beberapa hari terakhir.


“Longsor terjadi akibat hujan berintensitas tinggi yang secara terus-menerus menggerus tebing hingga struktur tanah kehilangan kestabilan. Saat ini akses jalan desa terputus total dan masih terdapat potensi longsor susulan apabila hujan kembali turun,” tegas Fajar.


Belum tuntas penanganan di lokasi tersebut, bencana serupa kembali terjadi pada Kamis (15/1/2026) di dua kecamatan lainnya. Di Dusun Tiarah, Desa Terosan, Kecamatan Banyuates, tebing jalan sepanjang sekitar 20 meter dengan ketinggian kurang lebih 4 meter mengalami longsor, menyebabkan jalur transportasi warga tidak dapat difungsikan.


Sementara itu, di Dusun Sumber Bakti, Desa Ketapang Barat, Kecamatan Ketapang, satu unit rumah warga ambruk setelah fondasinya terkikis aliran air dari Daerah Irigasi (DI) Dam Ketapang Barat. Bagian kamar dan dapur rumah roboh, menimbulkan kerusakan signifikan dan memaksa penghuni terdampak kehilangan tempat tinggal sementara.


Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Sampang, Aang Djunaidi, ST, MT, menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan pendataan teknis secara menyeluruh sebagai dasar penanganan lanjutan.


“Pendataan ini mencakup tingkat kerusakan infrastruktur jalan dan hunian warga terdampak. Data tersebut akan menjadi dasar penentuan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi, baik untuk penanganan darurat maupun permanen yang akan diusulkan kepada pimpinan,” jelas Aang.


Ia menegaskan bahwa BPBD Kabupaten Sampang berperan sebagai badan koordinasi lintas sektor dalam penanganan bencana.


“BPBD tidak bekerja sendiri. Kami mengoordinasikan seluruh unsur terkait, mulai dari TNI-Polri, OPD teknis, pemerintah kecamatan dan desa, hingga relawan dan masyarakat, agar penanganan bencana dilakukan secara terpadu, cepat, dan tepat sasaran,” ujarnya.


BPBD Kabupaten Sampang memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam rangkaian peristiwa tersebut. Namun, kerusakan infrastruktur dan hunian warga menjadi peringatan serius meningkatnya ancaman longsor di sejumlah wilayah Sampang. Hingga saat ini, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI-Polri, pemerintah kecamatan, perangkat desa, serta masyarakat setempat masih bersiaga di lokasi terdampak, seiring kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang.


Kalaksa BPBD Kabupaten Sampang kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.


“Selama curah hujan masih tinggi, potensi longsor susulan tetap ada. Kami mengimbau masyarakat tidak memaksakan diri melintasi jalur rawan serta segera melaporkan apabila ditemukan retakan tanah, pergerakan tebing, atau aliran air yang tidak normal,” pungkas Fajar.


Sebagai langkah respons cepat, BPBD Kabupaten Sampang membuka layanan Emergency Call 0817-0322-4440 untuk menerima laporan kedaruratan dan mempercepat penanganan di lapangan.(Zai) 

TerPopuler