"Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal Minta Presiden Prabowo Renovasi dan Fungsikan Kembali Gedung Juang 45 Menteng"

"Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal Minta Presiden Prabowo Renovasi dan Fungsikan Kembali Gedung Juang 45 Menteng"

Minggu, 26 Juli 2026, Juli 26, 2026

 "Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal Minta Presiden Prabowo Renovasi dan Fungsikan Kembali Gedung Juang 45 Menteng"



Macanasia.net | Jakarta – Pakar Hukum Internasional Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H. meminta Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap keberadaan Gedung Juang 45 Menteng, Jakarta Pusat, yang dinilai memiliki nilai sejarah sangat tinggi namun saat ini kondisinya memerlukan renovasi dan pemeliharaan agar dapat kembali difungsikan sebagai pusat edukasi sejarah perjuangan bangsa.


Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Sutan Nasomal saat menjawab pertanyaan sejumlah pemimpin redaksi media cetak dan media daring dari dalam maupun luar negeri di Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka, Jakarta, Sabtu (25/7/2026), melalui sambungan telepon seluler.


Menurut Prof. Sutan Nasomal, perhatian pemerintah terhadap bangunan-bangunan bersejarah di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Ia menilai Gedung Juang 45 Menteng merupakan salah satu aset sejarah bangsa yang memiliki peran penting dalam perjalanan kemerdekaan Indonesia sehingga keberadaannya harus dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan bagi masyarakat.


"Saya berharap Bapak Presiden Haji Prabowo Subianto memerintahkan jajaran pemerintah, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum, untuk membangun, merenovasi, dan merawat prasarana bangunan-bangunan bersejarah di Indonesia, termasuk Gedung Juang 45 Menteng," ujar Prof. Sutan Nasomal.


Ia menambahkan, menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, bangunan-bangunan bersejarah seharusnya menjadi pusat kegiatan kebangsaan, edukasi sejarah, serta penguatan semangat nasionalisme bagi masyarakat, khususnya generasi muda.


Prof. Sutan Nasomal mengungkapkan bahwa kondisi Gedung Juang 45 Menteng saat ini dinilai mengalami sejumlah kerusakan pada bagian bangunan serta minim penerangan. Karena itu, ia berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut mengambil langkah nyata dengan melakukan renovasi serta menghidupkan kembali fungsi gedung sebagai pusat pembelajaran sejarah perjuangan bangsa.


Menurutnya, keberadaan situs-situs bersejarah merupakan saksi perjalanan bangsa yang memiliki arti penting dalam membangun karakter, nasionalisme, dan rasa cinta tanah air bagi generasi penerus Indonesia.


"Dunia boleh meninggalkan masa lalu, tetapi masa lalu merupakan tongkat untuk melangkah ke masa depan. Sejarah adalah catatan jati diri bangsa dan negara," tegasnya.


Bersama para pecinta bangunan bersejarah, Prof. Sutan Nasomal memohon kepada Presiden Republik Indonesia agar Gedung Juang 45 Menteng segera direnovasi dan difungsikan kembali sebagai pusat edukasi perjuangan bangsa serta tempat pembelajaran sejarah bagi masyarakat.


Ia menilai negara tidak akan dirugikan apabila memberikan perhatian terhadap pelestarian bangunan bersejarah tersebut. Sebaliknya, Gedung Juang 45 dapat dimanfaatkan sebagai lokasi penyelenggaraan berbagai kegiatan kenegaraan, seminar sejarah, pendidikan kebangsaan, hingga kegiatan memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.


Prof. Sutan Nasomal juga mengingatkan bahwa pada masa perjuangan kemerdekaan, Gedung Juang 45 Menteng menjadi salah satu tempat berkumpulnya para pejuang Indonesia untuk menyusun strategi perjuangan, memperkuat persatuan, serta membangun semangat dalam menghadapi penjajahan.


Menurutnya, menjaga bangunan bersejarah sama artinya dengan menjaga identitas bangsa dan menghormati jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan Indonesia.


Sementara itu, salah seorang pengurus pecinta Gedung Juang 45, Haji Erin, menyampaikan bahwa renovasi dan perawatan gedung tersebut sangat penting mengingat nilai sejarah yang dimilikinya.


"Gedung Juang 45 Menteng memiliki sejarah perjuangan yang sangat besar. Karena itu sudah selayaknya dilakukan perawatan dan renovasi agar tetap terjaga sebagai warisan sejarah bangsa," ujarnya.


Senada dengan pernyataan Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, Jurnalis dan Penggiat Sosial Kamidi, CFLE., menegaskan bahwa seluruh peninggalan sejarah Indonesia harus dijaga, dirawat, dan dilestarikan sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan para pahlawan nasional dalam merebut kemerdekaan dari penjajahan bangsa asing.


Menurut Kamidi, bangunan dan situs-situs sejarah tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter yang dapat menanamkan semangat nasionalisme kepada generasi muda.


"Peninggalan sejarah Indonesia harus terus dijaga dan dirawat sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan nasional. Tempat-tempat bersejarah juga harus dipublikasikan secara luas kepada generasi muda dan dipelajari di sekolah agar mereka mengetahui, memahami, serta menghargai perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan Indonesia dari penjajahan bangsa asing," kata Kamidi.


Ia menambahkan bahwa materi mengenai sejarah perjuangan bangsa perlu terus diperkuat dalam kurikulum pendidikan sehingga peserta didik tidak hanya memahami peristiwa sejarah secara akademis, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air, persatuan, serta semangat untuk mengisi kemerdekaan melalui prestasi dan pengabdian kepada bangsa.


Menurut Kamidi, pelestarian situs-situs sejarah merupakan investasi jangka panjang dalam membangun karakter bangsa yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, serta memiliki kepedulian terhadap warisan sejarah Indonesia.


Menutup pernyataannya, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal berharap Presiden Republik Indonesia bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera mengambil langkah konkret dalam melakukan renovasi dan revitalisasi Gedung Juang 45 Menteng agar kembali berfungsi sebagai pusat edukasi sejarah, kebudayaan, dan nasionalisme bagi masyarakat Indonesia.


Narasumber: Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H., Pakar Hukum Internasional, Ekonom Nasional, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia, Jenderal KOMPII, Ketua Umum YPLBH Pronass Unggul, Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS, Ketua Umum YPP BRIGIP, dan Ketua Umum Komite Wartawan Indonesia.


Penulis: Kamidi, CFLE.

Editor : Wrn

TerPopuler