“Jangan Rusak Masa Depan Atlet!” IPSI Sampang Protes Keras O2SN 2026
Macanasia.net|SAMPANG – Pelaksanaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Sampang jenjang SMP/MTs sederajat cabang olahraga pencak silat tahun 2026 menuai protes keras dari Pengurus Kabupaten Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sampang selaku induk resmi cabang olahraga tersebut.
IPSI secara resmi melayangkan nota keberatan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang dan panitia penyelenggara. Surat protes bernomor 09/PC.XA.31/V/2026 tertanggal 21 Mei 2026 itu menyoroti dugaan pelaksanaan pertandingan yang dinilai tidak sesuai aturan teknis dan mekanisme penilaian resmi pencak silat.
Sekretaris IPSI Kabupaten Sampang, H. Syaiful, menyebut terdapat sejumlah kejanggalan dalam sistem penilaian yang diterapkan panitia. Bahkan, menurutnya, komponen penilaian yang seharusnya menjadi unsur wajib justru dikesampingkan dalam pertandingan.
“Yang menjadi standar mutlak dalam penilaian malah tidak diprioritaskan. Ini berbahaya karena O2SN merupakan ajang penjaringan atlet menuju tingkat provinsi hingga nasional,” tegasnya.
Ia menilai minimnya koordinasi antara panitia pelaksana dengan IPSI sebagai induk organisasi resmi pencak silat menjadi akar persoalan. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak langsung terhadap kualitas pembinaan atlet di Kabupaten Sampang.
“Kalau mekanismenya sejak awal sudah melenceng dari juknis resmi, maka atlet yang lolos nanti bisa salah memahami dasar-dasar penilaian yang sebenarnya menjadi prioritas di tingkat lebih tinggi,” ujarnya.
Dalam surat protes tersebut, IPSI mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang segera melakukan evaluasi total terhadap hasil pelaksanaan O2SN pencak silat tahun 2026. IPSI juga meminta agar ke depan organisasi resmi pencak silat dilibatkan secara penuh dalam aspek teknis pertandingan, termasuk penentuan perangkat pertandingan dan sistem penilaian.
Menurut IPSI, keterlibatan induk organisasi merupakan hal mutlak agar pelaksanaan kejuaraan berjalan profesional dan tidak keluar dari regulasi resmi.
Ditemui di GOR Indoor Sampang, Sekretaris IPSI Kabupaten Sampang kembali menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam apabila protes tersebut diabaikan.
“Kalau tidak ada tanggapan resmi dari Dinas Pendidikan, maka kami bersama jajaran dan anggota IPSI akan mendatangi kantor Disdik Sampang,” tandasnya.
Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang melalui Wahyudi saat dikonfirmasi di Aula Mini Disdik bersama panitia pelaksana, Kus, mengaku masih menyiapkan jawaban resmi atas surat protes tersebut.
“Ini masih dalam proses dibuat,” ujarnya singkat sambil menunjukkan lembar konsep surat tanggapan di atas meja. Zai)
