"Prof. Dr. Sutan Nasomal Minta Presiden RI Dorong Reformasi Total Polri dan Tinggalkan Kebiasaan Lama yang Tidak Baik"

"Prof. Dr. Sutan Nasomal Minta Presiden RI Dorong Reformasi Total Polri dan Tinggalkan Kebiasaan Lama yang Tidak Baik"

Sabtu, 20 Juni 2026, Juni 20, 2026

 "Prof. Dr. Sutan Nasomal Minta Presiden RI Dorong Reformasi Total Polri dan Tinggalkan Kebiasaan Lama yang Tidak Baik"



Macanasia.net | JAKARTA – Pakar Hukum dan Ekonom Nasional, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H., meminta Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk mendorong reformasi total di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) agar berbagai kebiasaan lama yang dinilai merugikan citra institusi dan kepercayaan masyarakat dapat ditinggalkan.


Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Sutan Nasomal saat menjawab pertanyaan sejumlah pemimpin redaksi media cetak, media online, dan media internasional di Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (19/6/2026).


Menurutnya, reformasi Polri tidak boleh hanya menjadi slogan atau sekadar perubahan administratif, melainkan harus diwujudkan melalui perubahan nyata dalam pelayanan, penegakan hukum, transparansi, dan profesionalisme.


"Rakyat Indonesia menginginkan reformasi yang benar-benar dapat dirasakan manfaatnya. Reformasi harus mampu menghilangkan berbagai praktik yang merusak kepercayaan publik serta menghadirkan penegakan hukum yang adil bagi seluruh masyarakat," ujar Prof. Sutan Nasomal.


Ia menilai peningkatan kesejahteraan anggota Polri yang telah dilakukan pemerintah harus diikuti dengan peningkatan integritas dan akuntabilitas. Menurutnya, berbagai praktik yang berpotensi mencederai rasa keadilan masyarakat harus dicegah melalui pengawasan yang kuat dan sistem yang transparan.


Prof. Sutan Nasomal juga menyoroti masih adanya keluhan masyarakat terkait lambatnya penanganan laporan dan pengaduan hukum. Ia menilai setiap laporan masyarakat harus ditindaklanjuti secara profesional dan memberikan kepastian hukum dalam waktu yang wajar.


Selain itu, ia mendorong Polri untuk memperkuat program pengembangan sumber daya manusia melalui peningkatan akses pendidikan bagi anggota kepolisian. Menurutnya, program beasiswa pendidikan dari jenjang sarjana hingga doktoral perlu diperluas guna meningkatkan kualitas dan profesionalisme personel Polri di seluruh Indonesia.


Dalam aspek kesejahteraan, Prof. Sutan Nasomal mengusulkan agar anggota Polri diberikan kemudahan untuk memiliki rumah melalui program pembiayaan jangka panjang yang terjangkau. Ia menilai kesejahteraan yang baik akan berdampak positif terhadap kualitas pengabdian anggota kepada negara dan masyarakat.


Ia juga menyoroti pentingnya regenerasi organisasi melalui pengelolaan sumber daya manusia yang lebih efektif, termasuk evaluasi terhadap sistem karier, promosi jabatan, dan pengembangan kompetensi anggota secara berkelanjutan.


Lebih lanjut, Prof. Sutan Nasomal meminta agar penyelesaian kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan pelanggaran kode etik yang melibatkan oknum anggota Polri dilakukan secara transparan, profesional, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


Menurutnya, keberhasilan reformasi Polri dapat diukur dari meningkatnya kepercayaan masyarakat, terciptanya kepastian hukum, serta terwujudnya pelayanan publik yang berintegritas dan berkeadilan.


"Nama baik institusi Polri ditentukan oleh perilaku seluruh personelnya, mulai dari tingkat bawah hingga pimpinan tertinggi. Karena itu, reformasi harus menyentuh seluruh aspek organisasi agar Polri semakin profesional, modern, dan dipercaya masyarakat," tegasnya.


Prof. Sutan Nasomal berharap reformasi Polri dapat terus berjalan secara konsisten sebagai bagian dari upaya memperkuat supremasi hukum dan mendukung pembangunan nasional yang berkeadilan.


Narasumber: Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H., Pakar Hukum, Ekonom Nasional, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia, dan Pengasuh Pondok Pesantren Assaqwa Plus, serta Penanggung Jawab Redaksi Media Macanasia.net

TerPopuler