"Sutan Nasomal Desak Prabowo Pulangkan TKW Tangerang dari Libya" -->

"Sutan Nasomal Desak Prabowo Pulangkan TKW Tangerang dari Libya"

Senin, 10 Agustus 2026, Agustus 10, 2026

 "Sutan Nasomal Desak Prabowo Pulangkan TKW Tangerang dari Libya"



Macanasia.net | TANGERANG, BANTEN – Profesor Sutan Nasomal, S.H., M.H., mendesak Presiden Prabowo Subianto segera mengambil langkah untuk memastikan keselamatan dan memulangkan Sumiati (46), pekerja migran Indonesia asal Kabupaten Tangerang, Banten, yang mengaku mengalami persoalan selama bekerja di Libya.


Sutan Nasomal berharap Presiden Prabowo memerintahkan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk segera menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan langkah perlindungan terhadap Sumiati.


“Apa pun kasus yang menjadi penyebab permasalahan TKW di Libya maupun negara-negara lain, pemerintah RI harus menyelamatkan warganya dari berbagai persoalan, terlebih jika menyangkut hak asasi dan kemanusiaan,” ujar Sutan Nasomal saat menjawab pertanyaan sejumlah pemimpin redaksi media cetak dan online melalui sambungan telepon dari kantornya di kawasan Cijantung, Jakarta, Senin (10/8/2026).


Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memberikan perlindungan kepada setiap warga negara Indonesia yang menghadapi persoalan di luar negeri.


“Kita harapkan Presiden Bapak Haji Prabowo Subianto segera memerintahkan, atas nama negara, untuk membela dan melindungi warganya di luar negeri. Kemenlu bersama Kemnaker harus segera berangkat ke Libya untuk memastikan kondisi warga negara kita dan memulangkannya apabila memang mengalami persoalan serta membutuhkan perlindungan,” katanya.


Pengakuan Sumiati Beredar di Media Sosial


Sebelumnya, jagat maya dihebohkan dengan beredarnya video pengakuan seorang perempuan yang mengaku sebagai pekerja migran asal Kabupaten Tangerang, Banten, bernama Sumiati.


Video berdurasi sekitar 2 menit 11 detik tersebut disebut beredar di salah satu grup WhatsApp komunitas warga Tangerang, “GAMATA”, pada Minggu (9/8/2026).


Dalam video itu, Sumiati yang disebut berusia 46 tahun tampak menyampaikan keluh kesah sembari menahan tangis. Ia mengaku awalnya dijanjikan bekerja di Turki dengan gaji sekitar 350 dolar Amerika Serikat per bulan.


Namun, menurut pengakuannya, dirinya justru diberangkatkan dan bekerja di Libya dengan gaji yang disebut sekitar 300 dolar.


Sumiati juga mengaku telah beberapa kali berpindah majikan. Namun, menurut pengakuannya, kondisi tersebut belum membuat persoalan yang dihadapinya terselesaikan.


“Saya ditipu agen. Saya sudah empat kali gonta-ganti majikan, saya belum pernah menerima gaji. Katanya orang kantor yang menerima,” ungkap Sumiati dalam video tersebut dengan suara bergetar.


Ia juga mengaku sempat mendapat ancaman dari majikan keempatnya. Menurut Sumiati, dirinya diperingatkan akan dikembalikan kepada pihak kantor agen apabila pekerjaan yang dilakukannya dinilai tidak cukup bersih.


Sumiati kemudian menggambarkan beratnya pekerjaan yang harus dilakukan seorang diri.


“Di sini banyak angin, rumah sebesar ini saya sendiri yang mengerjakan,” ujarnya sembari terisak.


Dalam kondisi tersebut, Sumiati meminta bantuan pemerintah Indonesia agar dapat dipulangkan ke tanah air.


“Saya cuma minta tolong pulangkan saya ke Indonesia. Saya tertekan, saya nggak kuat,” keluhnya.


Minta Perhatian Pemkab Tangerang dan Pemprov Banten


Dalam video lainnya, Sumiati juga meminta perhatian Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Pemerintah Provinsi Banten agar persoalan yang dialaminya segera ditindaklanjuti.


Ia mengaku berasal dari Kampung Kebon Cau, RT 011/RW 003, Desa Kosambi, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Banten, dan saat ini berada di Libya.


Selain video pengakuan tersebut, beredar pula foto identitas yang disebut memuat nama, alamat, serta keterangan mengenai asal-usul Sumiati.


Namun, informasi mengenai dugaan penipuan agen, pembayaran gaji, proses penempatan, perpindahan majikan, serta kondisi pekerjaan Sumiati tersebut masih berdasarkan pengakuan dalam video dan belum dapat diverifikasi secara independen.


Karena itu, diperlukan klarifikasi dan penelusuran dari instansi yang berwenang untuk memastikan kebenaran seluruh informasi tersebut, termasuk proses perekrutan dan penempatan Sumiati ke Libya.


Pemerintah Diminta Segera Bertindak


Sutan Nasomal menilai pemerintah perlu segera memastikan keberadaan, kondisi, dan keselamatan Sumiati apabila informasi tersebut benar.


Menurutnya, pemerintah juga perlu menelusuri pihak yang terlibat dalam proses perekrutan dan penempatan, termasuk agen yang disebut oleh Sumiati dalam pengakuannya.


Apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan penempatan dan perlindungan pekerja migran, termasuk persoalan hak atas upah atau dugaan tindak kekerasan maupun eksploitasi, maka pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


Langkah cepat pemerintah, kata Sutan Nasomal, diperlukan agar persoalan tersebut tidak berhenti sebagai informasi yang viral di media sosial, tetapi benar-benar mendapat penanganan dan perlindungan negara.


“Jangan sampai jeritan warga negara Indonesia yang bekerja di negeri orang hanya berhenti sebagai video yang viral di jagat maya. Negara harus hadir memastikan keselamatan dan perlindungan warganya,” tegasnya.


Hingga berita ini disusun, keterangan mengenai kondisi Sumiati di Libya dan dugaan persoalan yang dialaminya masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak-pihak terkait, termasuk Kementerian Luar Negeri, Kementerian Ketenagakerjaan, pemerintah daerah, serta pihak yang disebut dalam proses penempatan.

Penulis : Redaksi

Editor   : Wrn

TerPopuler