"Prof. Sutan Nasomal Soroti Antrean Panjang BBM, Minta Pemerintah Jamin Ketersediaan Stok dan Lindungi Masyarakat"

"Prof. Sutan Nasomal Soroti Antrean Panjang BBM, Minta Pemerintah Jamin Ketersediaan Stok dan Lindungi Masyarakat"

Senin, 20 Juli 2026, Juli 20, 2026

 "Prof. Sutan Nasomal Soroti Antrean Panjang BBM, Minta Pemerintah Jamin Ketersediaan Stok dan Lindungi Masyarakat"



Macanasia.net | JakartaAntrean   panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian   Bahan   Bakar    Umum     (SPBU)    di berbagai daerah menjadi sorotan publik. Kondisi tersebut dinilai telah menimbulkan keresahan    di   tengah masyarakat,  terutama setelah adanya kenaikan harga bahan bakar minyak     (BBM)    yang diikuti kekhawatiran akan ketersediaan pasokan.



Menanggapi kondisi tersebut,     Prof.    Dr.      Sutan   Nasomal,   S.H.,   M.H.,   Pakar Hukum   Internasional   dan   Ekonom Nasional, menyampaikan keprihatinannya saat memberikan keterangan kepada sejumlah redaksi    media   cetak    dan   media    daring nasional maupun internasional dari kantornya    di   Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka, kawasan Cijantung, Jakarta, pada Senin (20/7/2026) melalui sambungan telepon seluler.



Menurut    Prof.    Sutan    Nasomal,   pemerintah perlu segera mengantisipasi keresahan yang berkembang di tengah masyarakat terkait antrean panjang     BBM    agar tidak semakin menimbulkan kepanikan.



"Di balik kenaikan harga    BBM,   kini muncul kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kelangkaan    BBM   di   pasaran. Antrean  panjang    di    berbagai    SPBU    menjadi pemandangan yang tidak semestinya terjadi    di      negara yang selama ini dikenal kaya akan sumber daya alam seperti minyak bumi, emas,    dan    nikel. Pemerintah harus mampu mengantisipasi ketakutan yang dirasakan masyarakat," ujarnya.



Ia menilai fenomena antrean     BBM    telah menjadi  dilema  bagi   masyarakat. Banyak warga harus menghabiskan waktu hingga satu sampai   dua   jam   hanya untuk memperoleh      BBM,    terutama pengendara sepeda motor yang harus mengantre     di     bawah teriknya matahari.



Menurutnya, kondisi tersebut juga berdampak pada aktivitas   ekonomi    dan    produktivitas masyarakat karena banyak warga terlambat bekerja maupun menjalankan aktivitas sehari-hari akibat terjebak dalam   antrean   panjang.



Prof.    Sutan    Nasomal       mengimbau pemerintah agar memastikan ketersediaan stok     BBM     tetap aman    dan     mencukupi sehingga masyarakat tidak lagi dihantui kekhawatiran terhadap pasokan bahan bakar.



Selain persoalan      BBM,     ia juga menyoroti dampak kenaikan harga    BBM    terhadap meningkatnya harga berbagai kebutuhan    pokok    yang semakin membebani kondisi ekonomi masyarakat.



Karena itu, ia berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah memperluas pelaksanaan program pasar murah guna menjaga    stabilitas   harga    kebutuhan pokok sehingga tetap terjangkau oleh masyarakat.



Di   sisi lain,     Prof.   Sutan   Nasomal     juga mengingatkan pentingnya perhatian pemerintah terhadap kelompok masyarakat rentan, khususnya lanjut usia (lansia)    dan    anak-anak yatim.



"Pemerintah     pusat    maupun daerah hendaknya  memberikan  perhatian    dan   bantuan  kepada  para  lansia   yang   sudah tidak mampu bekerja serta kepada anak-anak  yatim  agar  kebutuhan hidup mereka tetap terpenuhi, khususnya    di   daerah-daerah pedesaan," katanya.



Ia berharap berbagai langkah tersebut dapat menjadi solusi    dalam   menjaga    stabilitas    ekonomi    masyarakat    sekaligus memberikan perlindungan sosial bagi kelompok yang paling membutuhkan.



Narasumber:   Prof.   Dr.   Sutan   Nasomal,   S.H.,   M.H.,   Pakar Hukum Internasional, Ekonom Nasional, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia,    dan    Pengasuh Ponpes Ass Saqwa Plus.


Penulis: Kamidi, CFLE.

Editor  : Wir

TerPopuler