"Program MBG Pangkas Rantai Pasok Pangan, Serap Hasil Panen Petani Tanah Karo"

"Program MBG Pangkas Rantai Pasok Pangan, Serap Hasil Panen Petani Tanah Karo"

Kamis, 30 Juli 2026, Juli 30, 2026

 "Program MBG Pangkas Rantai Pasok Pangan, Serap Hasil Panen Petani Tanah Karo"



Macanasia.net | MEDAN — Program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dinilai tidak hanya berkontribusi terhadap pemenuhan gizi anak sekolah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi petani melalui kepastian pasar dan harga hasil panen.


Hal tersebut terlihat dalam kunjungan Ketua Koperasi Produsen Gas Terus Indonesia sekaligus Wakil Ketua DPW Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Sumatera Utara, Suwarno, S.E., M.M., ke sentra pertanian sayur dan buah di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Rabu (29/7/2026).


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun rantai pasok pangan yang lebih efisien sekaligus menindaklanjuti arahan Ketua DPW APPSI Sumatera Utara, Ihwan Ritonga, yang mendorong penguatan kolaborasi antara pedagang, koperasi, dan petani guna mendukung ketahanan pangan daerah.


Pertemuan berlangsung dengan dukungan Ketua DPD APPSI Kabupaten Karo, Irwan Sembiring, yang memfasilitasi dialog dan koordinasi antara koperasi dengan para petani setempat sehingga tercipta sinergi dalam penyediaan bahan pangan untuk Program MBG.


Dalam kunjungan tersebut, Suwarno bersama rombongan meninjau langsung kualitas hasil pertanian yang akan dipasok ke Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahan pangan yang digunakan memenuhi standar mutu, sekaligus memangkas rantai distribusi yang selama ini dinilai terlalu panjang dan mengurangi keuntungan petani.


Salah seorang petani, Henny br Tarigan, mengaku Program MBG memberikan manfaat nyata bagi para petani karena menciptakan kepastian pembelian hasil panen dengan harga yang layak.


"Sejak ada Program MBG ini, petani betul-betul merasa terbantu. Ada kepastian bahwa hasil panen kami langsung laku dibeli dengan harga yang layak, sehingga pendapatan keluarga menjadi lebih terjamin," ujarnya.


Ia berharap Program MBG dapat terus berlanjut karena tidak hanya memberikan manfaat bagi pemenuhan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga menjadi penopang kesejahteraan petani.


Menanggapi hal tersebut, Suwarno menegaskan bahwa kehadiran koperasi langsung di sentra produksi pertanian merupakan implementasi dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat peran koperasi dalam membangun ekonomi kerakyatan.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua DPD APPSI Kabupaten Karo, Irwan Sembiring, yang telah mengonsolidasikan para petani sehingga jalur distribusi bahan pangan menuju dapur MBG dapat berjalan lebih efektif dan efisien.


Menurut Suwarno, Presiden Prabowo dalam amanatnya pada Peringatan Hari Koperasi Nasional Tahun 2026 menekankan pentingnya revitalisasi koperasi sebagai pilar utama kedaulatan pangan nasional. Koperasi diharapkan mampu menjadi penghubung yang adil antara petani sebagai produsen dengan pasar tanpa bergantung pada rantai perantara yang panjang.


"Langkah kami turun langsung ke Tanah Karo memiliki dua tujuan utama, yaitu menjamin kesegaran dan kualitas bahan pangan yang akan dimasak di Dapur SPPG, sekaligus memangkas rantai pasok pangan yang terlalu panjang," kata Suwarno yang didampingi Sekretaris Koperasi Produsen Gas Terus Indonesia, Zullifkar AB, S.T.


Ia menjelaskan, kepastian penyerapan hasil panen akan mendorong peningkatan produksi pertanian lokal sekaligus memastikan anggaran negara yang dialokasikan untuk Program MBG benar-benar berputar di daerah dan memberikan manfaat bagi ekonomi masyarakat.


"Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo pada Hari Koperasi 2026 dan arahan Ketua DPW APPSI Sumut, Bapak Ihwan Ritonga, koperasi dan asosiasi pedagang harus menjadi benteng ekonomi rakyat. Kami mengambil peran tersebut dengan memastikan setiap kilogram sayur dan buah yang masuk ke dapur MBG dibeli langsung dari tangan petani lokal secara adil dan transparan," tegas Suwarno.


Program MBG diharapkan terus menjadi penggerak ekonomi kerakyatan melalui penguatan peran koperasi, pemangkasan rantai distribusi pangan, serta peningkatan kesejahteraan petani di berbagai daerah, termasuk di Sumatera Utara.


Kamidi, CFLE.

Editor : Wrn

TerPopuler