"Demo Damai Bukti Komunikasi Sehat, Prof. Sutan Nasomal: Pemerintah Tak Perlu Takut" -->

"Demo Damai Bukti Komunikasi Sehat, Prof. Sutan Nasomal: Pemerintah Tak Perlu Takut"

Senin, 03 Agustus 2026, Agustus 03, 2026

 "Demo Damai Bukti Komunikasi Sehat, Prof. Sutan Nasomal: Pemerintah Tak Perlu Takut"



Macanasia.net | Jakarta – Pakar Hukum Internasional dan ekonom, Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., menilai aksi demonstrasi yang dilakukan masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa, merupakan bagian dari komunikasi demokratis yang harus dipahami secara bijaksana oleh pemerintah. Menurutnya, demonstrasi damai bukan ancaman, melainkan ruang dialog antara rakyat dan pemerintah demi kemajuan Indonesia.


Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Sutan Nasomal saat menjawab pertanyaan sejumlah pemimpin redaksi media dalam dan luar negeri melalui sambungan telepon seluler dari Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026).


Menurutnya, pemerintah tidak perlu khawatir menghadapi aksi demonstrasi selama dilakukan secara damai dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.


"Tidak perlu takut dengan aksi demo besar. Justru di sinilah ruang kebaikan komunikasi antara rakyat dan pemerintah semakin sehat terbentuk. Keterbukaan komunikasi melalui demonstrasi damai merupakan bukti bahwa demokrasi berjalan dengan baik," ujar Prof. Sutan Nasomal.


Ia menilai gelombang aksi demonstrasi yang terjadi pada Agustus 2026 mencerminkan kepedulian generasi muda terhadap masa depan bangsa. Aspirasi yang disampaikan, kata dia, merupakan bentuk kecintaan terhadap Indonesia dan harapan agar pembangunan nasional semakin baik.


Karena itu, Prof. Sutan Nasomal mengajak para pemimpin pemerintahan untuk membuka ruang dialog, duduk bersama, serta mendengarkan berbagai aspirasi masyarakat.


"Mendewasakan komunikasi antara rakyat dan pemerintah sangat penting. Mendengar suara rakyat adalah tugas utama pemerintah, mulai dari tingkat paling bawah hingga yang tertinggi. Pemerintah dipilih oleh rakyat melalui demokrasi, sehingga setelah menerima amanah harus bijaksana dan rendah hati untuk mendengarkan aspirasi masyarakat serta mencari solusi bersama," katanya.


Menurutnya, tidak ada yang keliru ketika masyarakat menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi dengan jumlah massa yang besar selama berlangsung tertib dan damai.


"Kalau masyarakat menginginkan negara mendengar aspirasi mereka, lalu terjadi aksi demonstrasi besar, apa yang salah? Takut terhadap demonstrasi justru merupakan sikap yang keliru," tegasnya.


Prof. Sutan Nasomal juga menilai tuntutan yang disampaikan mahasiswa masih berada dalam koridor yang wajar. Di antaranya menyangkut pemulihan ekonomi, perbaikan kondisi politik, penguatan supremasi sipil, perluasan lapangan pekerjaan, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), kestabilan pasokan bahan pokok, serta peningkatan daya beli masyarakat.


Di sisi lain, ia mengapresiasi berbagai langkah pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto, terutama dalam pemberantasan korupsi, pembenahan lembaga penegak hukum, serta keberlanjutan program pembangunan nasional.


Meski demikian, menurutnya pemerintah tetap harus memperkuat komunikasi dengan masyarakat agar berbagai persoalan dapat diselesaikan melalui dialog yang konstruktif.


Prof. Sutan Nasomal juga mengingatkan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya ditujukan kepada sektor pendidikan, tetapi juga harus menyentuh kondisi ekonomi keluarga.


"Yang membutuhkan perhatian bukan hanya anak-anak yang bersekolah. Orang tua mereka juga membutuhkan pekerjaan dan penghasilan yang layak agar mampu memenuhi kebutuhan keluarga. Semoga Pemerintah Republik Indonesia dapat terus bersikap bijaksana dalam mengambil setiap kebijakan," pungkasnya.


Narasumber: Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., Pakar Hukum Internasional, Ekonom, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAPAMID), dan Rektor Universitas Profesor Sutan Nasomal.


Penulis: Kamidi, CFLE.

Editor : Wrn

TerPopuler